Kejuaraan Daerah (Kejurda) VII Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Jepara digelar pada Sabtu, (10 Oktober 2026M/ 27 Rabiul akhir 1448H) di Gedung Dakwah Umar Hasyim Blimbingrejo, Nalumsari , Jepara dengan melibatkan 150 peserta.
Kejuaraan ini menjadi kesempatan/momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas kompetisi, serta mendorong perkembangan pencak silat Tapak Suci di Kabupaten Jepara.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Kejurda VII kali ini adalah penerapan sistem penilaian Tapak Suci yang didukung teknologi penila7 digital/digital scoring.
Perpaduan kedua sistem tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pertandingan, dengan tetap mengedepankan ketentuan penilaian yang berlaku di Tapak Suci serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses penilaian secara lebih modern, tertib, dan profesional.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekertaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM ) Jepara H. Hanbali, S.Pd, Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Jepara Heru Vidiadmoko, serta berbagai organisasi otonom (ORTOM) Muhammadiyah di Kabupaten Jepara.
"Kehadiran unsur persyarikatan dan organisasi pencak silat tersebut menunjukkan dukungan terhadap pembinaan atlet sekaligus penguatan peran Tapak Suci dalam pengembangan olahraga dan karakter generasi muda," Ujar Bidang prestasi TSPM Jepara, Alvin Dorang.
Kejurda VII Tapak Suci Jepara dibuka secara resmi oleh Sekretaris IPSI Kabupaten Jepara, didampingi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara dan Ketua Tapak Suci Jepara.
Kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang bagi para pesilat untuk menguji kemampuan teknik, mental bertanding, kedisiplinan, dan hasil pembinaan yang selama ini dijalankan di masing-masing sekolah maupun kontingen.
Dengan melibatkan 150 peserta, Kejurda VII diharapkan mampu mendorong lahirnya atlet-atlet potensial yang siap bersaing pada level kompetisi yang lebih tinggi. Penerapan sistem penilaian Tapak Suci yang dipadukan dengan digital scoring juga menjadi bagian dari upaya menjaga karakteristik penilaian dalam perguruan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan seiring perkembangan teknologi olahraga.
Persaingan antarkontingen dalam Kejurda VII Tapak Suci Jepara menghasilkan tiga peraih gelar juara umum. SMPN 2 Nalumsari berhasil menempati posisi juara Umum I disusul SD Muhammadiyah Kriyan sebagai Juara Umum II dan SD Muhammadiyah Bangsri sebagai Juara Umum III.
Alvin Sebagai ketua Bidang binaan dan prestasi menyebutkan pencapaian tersebut menjadi hasil dari persaingan antarpeserta sekaligus motivasi bagi setiap kontingen untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan pembinaan atlet.
Bambang Sulistiono Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci juga sesuai pembukaan mengatakan, "Melalui penyelenggaraan Kejurda VII, Tapak Suci Jepara diharapkan semakin memperkuat sistem pembinaan pesilat secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai Muhammadiyah,".
Komentar 0
Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.