Ketua Umum PC IMM Surabaya
Selamat Datang di Website PC IMM Surabaya
PC IMM Surabaya adalah organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya yang bergerak di bawah naungan PDM Surabaya dengan tagline "Intelektual, Berkemajuan, dan Mencerahkan".
Ada 0 bidang di PK IMM Alqossam diantaranya adalah....
Jumlah Kader
Jumlah Komisariat
Struktural Aktif
Tulisan dengan peminat pembaca terbanyak
Afriqil Wildan
19 Mar 2026
Admin
08 Mar 2026
Admin
08 Mar 2026
Admin
16 Mar 2026
Jangan lewatkan tren terbaru
Sebanyak 34 pengurus PK IMM UPN "Veteran" Jawa Timur periode 2026-2027 resmi dilantik pada Ahad (21/6/2026). Dengan tema "Refleksi Gerakan, Rekonstruksi Perjuangan", kepengurusan baru berkomitmen melanjutkan nilai-nilai perjuangan IMM melalui gerakan yang progresif, berdaya, dan memberdayakan.
Jika awalnya feminisme lahir sebagai gerakan emansipasi untuk melawan budaya patriarki dan membangun kemitraan yang setara (equal partnership), arus informasi modern justru melahirkan fenomena "Patriarki Ganti Casing" atau Neoliberal Feminism. Alih-alih menghancurkan ketidaksetaraan struktural, distorsi ini malah mengubah feminisme menjadi komoditas gaya hidup individu yang egois, menutup ruang kerentanan bagi laki-laki, dan memicu sentimen antifeminisme akibat polarisasi gender di media sosial.
Berbagai organisasi dan komunitas, di antaranya Komunitas Pojok Literasi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga, Yayasan Abdinesia, Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) Komite Surabaya, serta pegiat seni dari Bunuh Diri Studio, menggelar aksi pernyataan sikap di atas laut kenjeran bersama dengan nelayan, masyarakat pesisir Sukolilo, serta Forum Masyarakat Madani Maritim (FM3) dalam kegiatan Literasea Fest 2026, Sabtu (20/06/2026).
Kajian Rupiah Melemah Bagian III
Faktanya adalah, bangsa ini tidak lahir dari tindakan semata. Indonesia berdiri di atas fondasi gagasan yang diperdebatkan panjang oleh para pendahulunya. Kemerdekaan bukan hasil dari keberanian bertindak saja, melainkan juga keberanian berpikir. Di ruang-ruang diskusi organisasi pemuda, meja redaksi surat kabar, sekolah, pondok pesantren, hingga forum pergerakan, lahir gagasan-gagasan yang kemudian menjadi fondasi bangsa.
Admin