Intelektualitas
Tradisi literasi, kajian, kritik, dan produksi gagasan yang relevan dengan zaman. Nilai ini mendorong kader untuk terus belajar, menguji pemikiran, dan merespons persoalan secara bernalar.
Nilai gerakan menjadi arah bagi kader untuk membaca realitas, membangun tradisi keilmuan, menjaga fondasi moral, dan hadir memberi manfaat di tengah masyarakat.
Intelektualitas, religiusitas, dan humanitas tidak berdiri sendiri. Ketiganya saling menguatkan sebagai budaya gerakan dan cara kader hadir di ruang publik.
Tradisi literasi, kajian, kritik, dan produksi gagasan yang relevan dengan zaman. Nilai ini mendorong kader untuk terus belajar, menguji pemikiran, dan merespons persoalan secara bernalar.
Nilai Islam ditempatkan sebagai fondasi moral, orientasi gerakan, dan cara memandang kehidupan. Keilmuan dan aktivitas organisasi tumbuh bersama tanggung jawab etik yang dijaga oleh kader.
Kepedulian sosial diterjemahkan menjadi keberpihakan pada kemanusiaan dan kontribusi nyata di masyarakat. Gagasan memperoleh makna ketika hadir dalam kerja yang menjawab kebutuhan sekitar.
Identitas gerakan menjadi pijakan untuk membangun budaya kaderisasi, ruang gagasan, kolaborasi antar-komisariat, serta kehadiran sosial PC IMM Surabaya.