PC IMM Surabaya
SASTRA 19 SEP 2026

Dalam Gelita

Tentang rasa yang tumbuh diam-diam, terhalang jarak dan keadaan, tetapi tetap enggan padam meski harapan perlahan tenggelam.

Dalam Gelita

Dalam diriku meluap dirimu.
Tiap gelita menyapa netra, hembus wajahmu dalam anganku.
Satu kali bertemu, biasa kurasa.
Dua kali bertemu, mengapa ku tak kuasa?

Kukira sekejap tiup hadirmu.
Ternyata kian lekat dalam nadiku.
Berdiri ingin mengegah angkuh, mencengkam erat sisa doa yang rapuh.
Namun sadar berjalan, berkalang harap tenggelam di abu.

Masih tentang warta lidah tetangga yang berbisa,
menghardik rendahnya asal diri di hadapan singgasana.
Bahkan selir pun tiada pantas dalam catatan namanya.
Mendengarnya, gelebah batin kian meraja,
meski padanya, hatiku tetap bertudung kasih tak ke mana.

REAKSI

Apakah gagasan ini bermanfaat bagi Anda?

Pilih salah satu reaksi untuk memberi penilaian pada tulisan ini.
DISKUSI

Komentar 0

Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
LANJUT MEMBACA

Gagasan
terkait.

SEMUA ARTIKEL ↗