Pembina Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sepuluh Nopember, Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, M.Phil., Ph.D., MRINA mengingatkan kader agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman yang berlangsung di bidang politik, ekonomi, dan teknologi. Kader IMM dinilai perlu mengembangkan kemampuan diri agar mampu menghadapi ketidakpastian sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pelantikan pengurus PK IMM Al Mutsaqqof Institute Sepuluh Nopember Surabaya dan PK IMM Ranger PENS-PPNS periode 2026–2027 yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) di Pusat Dakwah Muhammadiyah Surabaya. Ia menyampaikan bahwa amanah organisasi bukan tanggung jawab ringan, tetapi dapat menjadi bagian penting dari proses pertumbuhan kader sebagai pribadi maupun sebagai muslim dan muslimah.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta berbagai perubahan teknologi turut memengaruhi dunia kerja dan kompetensi yang dibutuhkan. Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk terus belajar dan menyesuaikan diri.
Situasi yang penuh ketidakpastian itu, menurutnya, perlu dihadapi dengan sikap optimistis dan kesiapan untuk berkembang. Ia mengingatkan bahwa generasi muda akan menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan tercapainya cita-cita Indonesia Emas.
“Kalian akan menjadi bagian dari generasi yang menentukan apakah Indonesia mampu mencapai cita-cita Indonesia Emas,” pesannya kepada para kader.
Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan itu juga menekankan pentingnya menjaga relevansi organisasi di tengah perubahan. Menurutnya, transformasi organisasi perlu dilakukan dengan memperhatikan dua unsur utama, yaitu konservasi nilai dan inovasi.
Nilai-nilai Islam yang menjadi landasan gerakan perlu dipertahankan, sedangkan cara kerja dan pendekatan organisasi harus terus dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, organisasi dapat beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangannya.
Dalam konteks tersebut, ia berharap IMM dapat menjadi ruang bagi kader untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Pengalaman berorganisasi perlu dimanfaatkan untuk membangun kemampuan, memperluas wawasan, serta meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan sosial dan teknologi.
Pria asli Klaten ini juga mengingatkan kader agar tidak membatasi pengalaman hanya pada kegiatan perkuliahan atau kelompok pertemanan yang sama. Kader perlu memperluas pergaulan, terlibat dalam kehidupan kampus, dan membangun interaksi dengan masyarakat.
Menurutnya, pengalaman merupakan salah satu pijakan penting dalam proses belajar. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh, semakin besar pula kesempatan bagi kader untuk memahami berbagai persoalan dan mengembangkan kemampuan diri.
Menutup sambutannya, ia berharap pengurus yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan baik sehingga keberadaan IMM semakin dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, lingkungan kampus, dan masyarakat.
Ia juga berpesan agar pengalaman berorganisasi tidak hanya menguras tenaga, tetapi memberikan ruang bagi kader untuk terus bertumbuh. Dengan demikian, proses menjalankan amanah dapat menjadi bekal berharga bagi perjalanan kader pada masa mendatang. (*)
Editor: Mazley Insafi
Komentar 0
Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.