Koordinator Komisariat (Koorkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menetapkan pendirian Komisariat IMM Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) dalam rapat pendirian di Masjid Baitul Fadli, Surabaya, Jumat (23/10/2026).
Rapat yang berlangsung pukul 18.30–22.30 WIB itu dihadiri empat personel Koorkom IMM UINSA, perwakilan delapan komisariat, serta 32 kader IMM dari FPK. Selain menetapkan pendirian komisariat baru, rapat tersebut menghasilkan struktur kepengurusan untuk periode 2026/2027.
Sebelum pemekaran, kader IMM dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta FPK tergabung dalam Komisariat IMM Avempace. Selama sekitar 11 tahun, komisariat tersebut menjadi ruang pengaderan mahasiswa di lingkungan Kampus 2 UINSA, Gunung Anyar.
Pembentukan komisariat baru diharapkan dapat memberikan ruang pengaderan yang lebih sesuai dengan latar belakang keilmuan kader di masing-masing fakultas.
Sultan Zaki, kader Program Studi Gizi yang ditetapkan sebagai ketua pertama PK IMM FPK UINSA, mengatakan gagasan pemekaran telah muncul sejak tiga tahun sebelumnya. Menurutnya, pembentukan komisariat baru menjadi ikhtiar untuk mewadahi kader dengan disiplin ilmu yang berbeda.
“Untuk rencana pemekaran ini sudah digagas 3 tahun sebelum saya, dari periode 23. Kalau misalnya enggak mulai dari sekarang, enggak bakal lagi. Ini juga salah satu bentuk ikhtiar kita untuk mewadahi kader yang notabene nya beda disiplin ilmu,” urainya.
Sekretaris Jenderal Koorkom IMM UINSA Muhammad Wildan Dhiyaulhaq menjelaskan, proses pendirian komisariat baru mengacu pada Pedoman Administrasi dan Organisasi IMM Surabaya, khususnya ketentuan pembentukan komisariat.
“Mekanisme pemekaran komisariat ini tentunya kita memakai landasan yang ada di Pedoman Administrasi dan Organisasi IMM Surabaya, di poin pembentukan komisariat, Bab 7,” ujarnya.
Susunan Kepengurusan Komisariat Baru
Dalam rapat tersebut, Sultan Zaki Aryadika ditetapkan sebagai ketua PK IMM FPK UINSA periode 2026/2027. Adapun posisi sekretaris umum dijabat Nasywa Rivaniela Venturini dan bendahara umum Muhammad Arief Billah.
Struktur kepengurusan juga mencakup lima bidang, yakni Kader dan Organisasi, Media dan Komunikasi, Hikmah Politik dan Kebijakan Publik, Sosial Pemberdayaan Masyarakat, serta Riset dan Pengembangan Keilmuan.
Wildan menjelaskan hasil rapat tersebut sebagai langkah awal pembentukan struktur kepengurusan komisariat baru.
“Hasil rapat tadi itu menghasilkan struktural baru dari komisariat baru, yaitu Komisariat Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UINSA dan ketua umumnya adalah Sultan Zaki dari Program Studi Gizi,” imbuh Wildan.
Meski pendirian dan struktur kepengurusan telah ditetapkan dalam rapat, proses pengajuan surat keputusan (SK) kepengurusan masih akan dilakukan sesuai ketentuan organisasi, dengan mempertimbangkan arahan PC IMM Kota Surabaya.
Ketua Komisariat IMM Avempace, Abdillah Zuhair, menyambut positif pemekaran tersebut. Ia berharap keberadaan komisariat baru dapat membuat kader di setiap fakultas memperoleh ruang pengembangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Barangkali ini hal yang positif, ya. Semoga kemudian kader-kader di tiap fakultas karena sudah mekar tadi, benar-benar terwadahi. Jadi katakanlah, ada pengembangan dari teman-teman kader,” tandasnya. (*)
Editor: M. Tanwirul Huda
Komentar 0
Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.