PC IMM Surabaya
LIPUTAN 16 OCT 2026

IMM Surabaya Kehilangan M. Sholehudin, Sosok Hangat yang Selalu Membersamai

M. Sholehudin dikenang sebagai kader IMM yang hangat, peduli, dan tetap membersamai sahabat di tengah ujian hidupnya.

IMM Surabaya Kehilangan M. Sholehudin, Sosok Hangat yang Selalu Membersamai

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surabaya berduka atas wafatnya M. Sholehudin, Anggota Bidang Kader PC IMM Kota Surabaya periode 2026–2027 pada Jumat (16/10/2026). Kepergiannya meninggalkan duka bagi rekan-rekan organisasi dan sahabat yang telah membersamainya sejak awal perkuliahan hingga berproses di IMM.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi PC IMM Kota Surabaya, keluarga besar IMM Surabaya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sholehudin. Ia dikenang sebagai sosok pemimpin, sahabat, dan pejuang pergerakan yang telah memberikan dedikasi terbaiknya untuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya.

Bagi rekan seperjuangan di PC IMM Kota Surabaya, Sholehudin bukan sekadar kader yang terlibat dalam aktivitas organisasi. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang tetap menjaga komunikasi di tengah kesibukan, memperhatikan orang-orang di sekitarnya, serta berusaha memberikan kontribusi sesuai kemampuannya.

Tetap Berkontribusi di Tengah Kesibukan

Ketua Bidang Kader PC IMM Kota Surabaya, Adi Swandana Erlangga Putra, mengenang Sholehudin sebagai rekan yang tetap menjaga komunikasi meskipun memiliki kesibukan personal. Ketika berhalangan mengikuti kegiatan, Sholehudin tetap berupaya memberikan kontribusi melalui hal-hal lain yang dapat dilakukannya.

“Bagi pribadi, Soleh adalah rekan yang tetap menjaga komunikasi di tengah kesibukan personalnya. Bilamana masih berhalangan untuk ikut berpartisipasi, Soleh tetap dapat memberi kontribusi di hal-hal lain yang kiranya bisa dilakukan sembari tetap menjalankan rutinitasnya,” ungkap Adi.

Adi juga mengingat kedekatan Sholehudin dengan kader-kader IMM di lingkungan Umsura. Hal itu terlihat ketika ia berkunjung ke kampus tersebut untuk agenda Bidang Kader PC IMM Kota Surabaya. Menurutnya, para kader Umsura tampak akrab dengan Sholehudin yang saat itu menjabat sebagai presiden mahasiswa.

Dari pengalaman tersebut, Adi melihat Sholehudin sebagai sosok yang ramah dan mengayomi. Kedekatannya dengan kader-kader di kampus menjadi salah satu hal yang membekas bagi Adi selama mengenalnya di lingkungan organisasi.

Meski mengaku belum lama mengenal Sholehudin secara personal, Adi menyebut mereka sempat berbagi cerita tentang berbagai hal. Salah satu kisah yang paling diingatnya adalah keteguhan Sholehudin setelah kehilangan kedua orang tuanya sebelum menyelesaikan kuliah.

“Yang paling saya ingat adalah cerita keteguhan Sholeh saat ia harus kehilangan kedua orang tuanya sebelum lulus kuliah. Bagi saya, keteguhan Soleh perlu ditiru oleh kader-kadernya. Ia tetap memberi, mendampingi, dan membersamai rekan-rekannya, sekalipun mungkin hidupnya masih penuh perasaan duka,” tutur Adi.

Bagi Adi, pengalaman tersebut menunjukkan sisi Sholehudin yang tetap berusaha hadir bagi orang-orang di sekitarnya. Ia menilai masih banyak hal yang dapat dipelajari dari sosok Sholehudin, terutama tentang persahabatan dan semangat untuk terus membersamai sesama.

Lima Tahun Persahabatan Bersama Sholehudin

Kenangan yang lebih hangat disampaikan Syarif Hidayat, Sekretaris Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga PC IMM Kota Surabaya sekaligus sahabat dekat Sholehudin. Ia mengenal Sholehudin sejak awal masuk bangku kuliah. Selama sekitar lima tahun, keduanya berteman, berkumpul, dan berproses bersama hingga meraih gelar sarjana serta beraktualisasi di PC IMM Kota Surabaya.

“Sebagai teman, sosok almarhum Sholeh adalah orang yang memiliki hati empati bagi teman-teman di sekitarnya. Sejak pertama kali masuk bangku kuliah, saya mengenalnya sebagai sosok yang baik, penuh rasa ingin tahu, dan memperhatikan teman-teman di sekitarnya,” ujar Syarif.

Dalam keseharian, Sholehudin juga menjalankan aktivitas sebagai bagian dari Biro Penerimaan Mahasiswa Baru Umsura. Di tengah aktivitas tersebut, ia tetap menjalin hubungan dengan teman-temannya dan terlibat dalam percakapan mengenai berbagai hal, mulai dari organisasi hingga kehidupan akademik.

Bagi Syarif, bantuan Sholehudin dalam urusan organisasi dan akademik menjadi bagian dari kenangan persahabatan mereka. Ia juga mengingat kebiasaan keduanya berkumpul dan berdiskusi tentang organisasi, perkuliahan, serta masa depan masing-masing.

“Hal yang paling saya rindukan adalah saat berkumpul bersama dan berdiskusi mengenai organisasi, akademik, serta masa depan kami masing-masing,” katanya.

Syarif mengaku kehilangan sosok sahabat yang telah membersamainya sejak awal perkuliahan hingga menyelesaikan pendidikan sarjana. Kebersamaan itu berlanjut ketika keduanya beraktualisasi di PC IMM Kota Surabaya.

“Saya merasa kehilangan sebagai sahabat, teman yang sudah lima tahun berteman dan berkumpul, dari awal perkuliahan sampai mendapat gelar sarjana dan beraktualisasi di Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya bersama-sama,” ungkapnya.

Kepergian Sholehudin meninggalkan kenangan bagi rekan-rekan yang mengenalnya melalui ruang perkuliahan maupun organisasi. Bagi mereka, sosoknya dikenang melalui perhatian kepada teman, kesediaan membantu, dan kebersamaan yang terjalin selama berproses.

Keluarga besar PC IMM Kota Surabaya turut mendoakan agar Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Doa juga disampaikan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kesabaran dan keikhlasan.

Innalillahiwainnailaihiraji’un (*)

REAKSI

Apakah gagasan ini bermanfaat bagi Anda?

Pilih salah satu reaksi untuk memberi penilaian pada tulisan ini.
DISKUSI

Komentar 0

Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.