Ketua Umum PK IMM Al Mutsaqqof Institute Sepuluh Nopember Surabaya periode 2025–2026, Fikri Fahrezi, menekankan pentingnya menjadikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai rumah yang nyaman bagi kader untuk bertumbuh. Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan menjelang berakhirnya masa kepengurusan dan pelantikan pengurus periode 2026–2027 yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) di Pusat Dakwah Muhammadiyah Surabaya.
Ahmad Fikri menyampaikan bahwa perjalanan kepengurusan selama setahun terakhir menjadi pengalaman bersama yang tidak selalu berjalan sempurna. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, ia mengapresiasi upaya seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
Menurutnya, IMM bukan sekadar organisasi, melainkan tempat kader belajar, berkembang, dan membangun persaudaraan. Karena itu, ia berpesan agar pengurus baru menciptakan lingkungan organisasi yang terbuka dan nyaman bagi seluruh kader.
“Jadikanlah IMM sebagai rumah yang nyaman: tempat kita kembali setelah lelah berproses, bukan tempat untuk saling menjatuhkan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pengurus agar menyambut kader baru seperti keluarga dan memastikan kader lama tetap merasa menjadi bagian dari organisasi. Dengan demikian, pergantian kepemimpinan tidak memutus hubungan persaudaraan yang telah dibangun selama proses berorganisasi.
Fikri kemudian mengajak kader menjaga IMM melalui Trilogi IMM, yakni religiositas, intelektualitas, dan humanitas. Menurutnya, religiositas perlu diwujudkan melalui nilai-nilai Islam dan akhlak, intelektualitas dikembangkan dengan membaca, berdiskusi, dan berkarya, sedangkan humanitas diwujudkan melalui kebermanfaatan bagi masyarakat.
Ia menilai ketiga nilai tersebut perlu berjalan beriringan dalam membentuk karakter kader. Moral dan intelektualitas harus menjadi fondasi agar kader mampu berpikir kritis sekaligus menjaga arah perjuangannya.
Kepada pengurus yang akan dilantik, Fikri berpesan agar jabatan dipahami sebagai amanah untuk melayani, bukan sebagai ruang untuk memenuhi kepentingan pribadi.
“Jabatan bukan panggung untuk kepentingan diri sendiri, melainkan ruang untuk melayani. Pimpinlah dengan hati, bukan dengan ego,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus periode 2025–2026 yang telah bekerja bersama selama masa kepengurusannya. Fikri meminta maaf apabila terdapat perkataan atau sikapnya yang kurang berkenan serta berharap hubungan persaudaraan di antara pengurus tetap terjaga setelah masa jabatan berakhir.
“Jabatan akan berganti, tetapi persaudaraan tidak boleh berhenti. Kita mungkin tidak lagi duduk dalam struktur yang sama, tetapi kita harus tetap pulang ke rumah yang sama,” tuturnya.
Nafila Ata Dorong Pengurus Bangun Organisasi yang Adaptif
Sementara itu, Ketua Umum PK IMM Ranger PENS-PPNS periode 2025–2026, Nafila Ata, menyampaikan pesan kepada pengurus baru agar mampu melanjutkan kepemimpinan dengan menjaga solidaritas dan mengembangkan tradisi intelektual di lingkungan organisasi.
Dalam sambutannya, Nafila menyebut masa kepengurusan yang telah dilalui sebagai proses bersama yang diwarnai berbagai pengalaman, mulai dari keberhasilan menjalankan program hingga tantangan yang harus dihadapi secara kolektif.
Ia menilai pergantian kepengurusan menjadi momentum bagi kader untuk melanjutkan kerja organisasi sekaligus menghadapi tantangan baru. Pengurus yang menerima amanah pada periode 2026–2027 diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sosial di lingkungan kampus dan kebutuhan organisasi yang terus berkembang.
Menurut Nafila, kepemimpinan tidak cukup dijalankan dengan melaksanakan program kerja. Pengurus juga perlu membangun solidaritas dan menjaga budaya intelektual agar organisasi dapat terus berkembang.
Ia menekankan pentingnya membangun IMM sebagai keluarga yang adaptif, solid, dan berintelektualitas. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengurus baru dalam menjalankan amanah selama satu periode ke depan.
Menutup sambutannya, Nafila berharap seluruh kader dapat terus bekerja sama dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya atas pengalaman dan proses yang telah dilalui bersama.
Pesan kedua ketua umum tersebut menempatkan pergantian kepemimpinan sebagai bagian dari keberlanjutan kaderisasi. Pengurus baru diharapkan tidak hanya meneruskan program organisasi, tetapi juga menjaga persaudaraan, memperkuat nilai-nilai dasar IMM, serta membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan kader. (*)
Editor: Refi Yuliana
Komentar 0
Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.