Musyawarah Koordinator Komisariat (Musykoorkom) XXXVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menetapkan Dian Prahara Batubara sebagai Ketua Umum Koorkom IMM UINSA periode 2026–2027.
Penetapan tersebut merupakan hasil rapat 13 formatur terpilih dalam Musykoorkom XXXVIII yang berlangsung di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Jumat-Ahad (18–20/9/2026). Selain Dian, rapat formatur juga menetapkan Muhammad Wildan Dhiya'ul Haq sebagai Sekretaris Umum dan Itsna Aprilia Nur sebagai Bendahara Umum.
Musykoorkom XXXVIII mengangkat tema “Merawat Khazanah sebagai Ikhtiar Pembaharuan Gerakan.” Musyawarah tersebut menjadi forum evaluasi kepemimpinan Koorkom IMM UINSA periode sebelumnya sekaligus menentukan arah kepemimpinan untuk satu periode berikutnya.
13 Formatur Terpilih
Dalam proses pemilihan, peserta Musykoorkom menetapkan 13 kader sebagai formatur. Setelah 13 formatur terpilih, mereka melakukan rapat formatur untuk menentukan susunan pimpinan Koorkom IMM UINSA periode 2026–2027. Hasil rapat tersebut menetapkan Dian Prahara Batubara sebagai Ketua Umum.
Sementara itu, posisi Sekretaris Umum dipercayakan kepada Muhammad Wildan Dhiya'ul Haq dan Bendahara Umum kepada Itsna Aprilia Nur.

Ketua Umum terpilih Dian Prahara Batubara, Sekretaris Umum terpilih Wildan Dhiyaulhaq, Bendahara Umum terpilih Itsna Aprilia Nur (Foto: Istimewa)
Musyawarah Tidak Sekadar Pergantian Ketua
Ketua Umum Koorkom IMM UINSA periode 2025–2026, Nirzam Fahruh Irgy Al-Hafiz, dalam sambutan terakhirnya sebagai ketua menyampaikan bahwa Musykoorkom XXXVIII telah melalui rangkaian proses yang panjang dan penuh dialektika.
Menurutnya, musyawarah tidak semestinya berhenti pada pergantian kepemimpinan. Musyawarah juga perlu menghasilkan arah baru, inovasi, serta evaluasi terhadap perjalanan organisasi sebelumnya.
Ia menekankan pentingnya substansi dalam proses Musykoorkom. Menurutnya, keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah tidak selalu dapat memuaskan seluruh pihak, tetapi harus diambil secara bijaksana dan objektif dengan melihat kondisi riil IMM UINSA.
Dalam kesempatan tersebut, Nirzam juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader, komisariat, dan jajaran Koorkom selama menjalankan amanah sebagai Ketua Umum periode 2025–2026. Ia menyebut berbagai kesalahan dan kendala selama kepemimpinannya sebagai bagian dari proses yang dapat menjadi pembelajaran bagi periode berikutnya.
Nirzam juga menyampaikan terima kasih kepada kader dan komisariat yang selama ini mendukung perjalanan Koorkom IMM UINSA. Menurutnya, berbagai inovasi yang dilakukan Koorkom tidak akan berarti tanpa dukungan dan keterlibatan komisariat.
Dian: Pergantian Kepemimpinan sebagai Kebaruan
Sementara itu, Ketua Umum Koorkom IMM UINSA periode 2026–2027 Dian Prahara Batubara menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai perubahan orang yang memegang jabatan.
Dalam sambutannya, Dian mengajak seluruh kader melihat Musykoorkom sebagai ruang untuk menghadirkan kebaruan dalam kehidupan organisasi. Ia menilai proses persidangan dan dialektika yang berlangsung selama Musykoorkom menjadi bagian dari upaya merawat pembaruan gerakan.
Dian juga mengapresiasi proses persidangan yang berlangsung hingga dini hari. Menurutnya, proses tersebut menunjukkan adanya ruang dialektika di antara kader untuk membicarakan arah organisasi dan gagasan-gagasan baru.
“Mari kita rayakan kebaruan-kebaruan ini. Mari kita rawat kebaruan-kebaruan ini.” ujar Dian dalam sambutannya.
Penetapan Dian sebagai Ketua Umum menjadi awal kepemimpinan baru Koorkom IMM UINSA periode 2026–2027. Bersama formatur lainnya, ia selanjutnya akan menjalankan hasil-hasil musyawarah serta menyusun kepengurusan dan arah gerakan Koorkom IMM UINSA untuk satu periode mendatang.
Musykoorkom XXXVIII sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Nirzam Fahruh Irgy Al-Hafiz dan dimulainya periode baru di bawah kepemimpinan Dian Prahara Batubara. (*)
Editor: M. Tanwirul Huda
Komentar 0
Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.