PC IMM Surabaya
LIPUTAN 19 SEP 2026

Menjelang Akhir Periode, Irgy Paparkan Ikhtiar Koorkom IMM UINSA

Ketua Koorkom IMM UINSA Nizam Fahruh Irgy Al-Hafidz memaparkan gerakan, program, dan khazanah organisasi selama periode 2025–2026.

Menjelang Akhir Periode, Irgy Paparkan Ikhtiar Koorkom IMM UINSA

Masa kepengurusan Koordinator Komisariat (Koorkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2025–2026 memasuki penghujung. Ketua Koorkom IMM UINSA, Nizam Fahruh Irgy Al-Hafidz, menyebut terdapat tiga fokus yang menjadi pijakan kepengurusan selama satu periode, yakni memfasilitasi gerakan komisariat, menyediakan ruang tumbuh bagi kader, serta menjadi perpanjangan tangan pimpinan cabang kepada komisariat.

Hal tersebut disampaikan Nizam dalam sambutannya pada Pembukaan Musyawarah Koordinator Komisariat (Musykorkom) XXXVIII IMM UINSA yang diselenggarakan pada Jumat (18//9/2026) di SD Muhammadiyah 5 Surabaya.

Menurutnya, ketiga fokus tersebut menjadi komitmen Koorkom IMM UINSA dalam menjalankan peran organisasi selama satu periode kepengurusan.

“Dalam satu periodisasi kami berkomitmen dalam tiga hal yang menjadi fokus utama, yakni sebagai fasilitator gerakan komisariat, ruang tumbuh yang nyaman dalam mengembangkan potensi kader-kader, dan kepanjangan tangan cabang ke komisariat,” ujarnya.

Buka Ruang Gerakan di Lingkungan Kampus

Nizam mengatakan, selama satu periode Koorkom IMM UINSA berupaya membuka ruang baru bagi gerakan IMM di lingkungan kampus. Salah satunya melalui rangkaian Semarak Milad IMM ke-62 yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional.

Menurutnya, agenda tersebut menjadi salah satu langkah penting karena pada periode sebelumnya Koorkom belum banyak memiliki ruang untuk menghadirkan agenda gerakan di lingkungan kampus.

“Alhamdulillah, dalam satu periode ini Koorkom IMM UIN Sunan Ampel Surabaya telah berupaya membuka beberapa ruang baru bagi gerakan. Salah satunya adalah keberhasilan menyelenggarakan kegiatan di lingkungan kampus dengan menghadirkan beberapa tokoh nasional dalam rangkaian Semarak Milad IMM ke-62,” tutur Mahasiswa Ilmu Politik UINSA itu.

Ia menyebut terbukanya ruang gerakan di lingkungan kampus menjadi bagian dari upaya memperluas aktivitas Koorkom IMM UINSA.

Hadirkan Magang Bersama IMM

Selain membuka ruang gerakan, Koorkom IMM UINSA juga menghadirkan program Magang Bersama IMM sebagai inovasi dalam perkaderan.

Nizam menjelaskan, program tersebut dirancang sebagai ruang aktualisasi bagi kader sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai gerakan dan kerja-kerja kelembagaan.

“Tahun ini kita juga mencoba menghadirkan Magang Bersama IMM sebagai sebuah inovasi dalam perkaderan. Program ini menjadi ikhtiar untuk memberikan ruang aktualisasi sekaligus memperkenalkan kader pada pengalaman gerakan dan kerja-kerja kelembagaan secara lebih langsung,” jelasnya.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang belajar yang dapat mempertemukan kader dengan pengalaman praktis dalam kehidupan organisasi.

Musykom dan Musykorkom Dipisah

Dalam aspek organisasi, Koorkom IMM UINSA juga melakukan pembaruan melalui pemisahan pelaksanaan Musyawarah Komisariat (Musykom) dan Musykorkom.

Nizam menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan ruang evaluasi, refleksi, dan regenerasi yang lebih terarah, baik bagi Koorkom maupun komisariat.

Pemisahan tersebut juga menjadi salah satu pembaruan dalam pelaksanaan forum organisasi pada periode ini.

Bangun Jejaring dan Wariskan Khazanah

Nizam menambahkan, Koorkom IMM UINSA selama satu periode juga berupaya membangun dan memperluas hubungan dengan berbagai mitra strategis. Jejaring tersebut diharapkan dapat menjadi partner bertumbuh bagi IMM UINSA.

Menurutnya, hubungan yang dibangun tidak hanya dimaknai sebagai hubungan kelembagaan, tetapi juga sebagai bagian dari khazanah yang perlu dirawat dan dikembangkan oleh kepemimpinan berikutnya.

Ia menegaskan, berbagai capaian selama satu periode bukan merupakan hasil kerja ketua semata. Menurutnya, setiap proses lahir dari kontribusi personalia Koorkom dan berbagai pihak yang turut membersamai perjalanan kepengurusan.

“Berbagai capaian tersebut tentu bukanlah hasil kerja Ketua Umum semata. Di balik setiap proses terdapat kerja keras, waktu, pikiran, dan kontribusi dari seluruh personalia Koorkom serta berbagai pihak yang telah membersamai,” ungkap Ketua Umum PK IMM Avempace (2024-2025).

Ia mengatakan capaian tersebut merupakan ikhtiar kolektif yang patut disyukuri sekaligus menjadi pijakan untuk melanjutkan gerakan pada periode berikutnya.

Pada bagian akhir sambutannya, Nizam menekankan pentingnya memandang capaian kepengurusan bukan sebagai akhir perjalanan. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan khazanah yang dapat diwariskan dan dikembangkan oleh kepemimpinan selanjutnya.

“Pada akhirnya, capaian-capaian ini tidak perlu dipandang sebagai akhir dari perjalanan, melainkan sebagai khazanah yang kita wariskan kepada kepemimpinan berikutnya. Sebab merawat khazanah bukan berarti berhenti pada apa yang telah dilakukan, tetapi menjadikannya pijakan untuk terus memperbarui gerakan,” pungkasnya. (*)

Editor: M. Wildan Afriqil

REAKSI

Apakah gagasan ini bermanfaat bagi Anda?

Pilih salah satu reaksi untuk memberi penilaian pada tulisan ini.
DISKUSI

Komentar 0

Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.