Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya, Alwi Shihab, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Koordinator Komisariat (Koorkom) IMM Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya atas dedikasi, perjuangan, dan kerja sama yang telah dilakukan selama menjalankan amanah organisasi.
Hal itu disampaikan Alwi dalam sambutannya pada Pembukaan dan Sarasehan Intelektual Musykoorkom XXXVIII di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Jumat (18/9/2026).
Alwi mengawali sambutan dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Koorkom IMM UINSA Surabaya yang selama ini telah berkontribusi dalam menjalankan berbagai agenda organisasi.
“Yang pertama, saya sampaikan kepada seluruh jajaran Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UIN Sunan Ampel Surabaya. Terima kasih banyak atas dedikasi, atas perjuangan, dan atas kerja sama yang telah kita torehkan,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya masih relatif singkat. Karena itu, kesempatan untuk berkolaborasi dan berkoordinasi secara langsung dengan jajaran Koorkom IMM UINSA belum terlalu banyak.
“Jika kita mengingat waktu, mungkin saya sendiri sebagai Ketua Umum masih belum lama untuk kemudian menjadi sebagai Ketua Umum dan hanya beberapa kali mampu berkolaborasi dan berkoordinasi dengan kawan-kawan Koordinator Komisariat,” ungkapnya.
Meski waktu interaksi tersebut belum panjang, Alwi menilai berbagai proses yang telah dilakukan bersama tetap memiliki arti penting. Menurutnya, kerja sama antara PC IMM Kota Surabaya dan Koorkom IMM UINSA menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara pimpinan cabang dan komisariat.
“Tapi, apa pun yang kemudian sudah kita laksanakan bersama-sama, sangat berarti bagi saya, sangat berarti bagi kami Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya,” katanya.
Koorkom sebagai Jembatan Komisariat dan Cabang
Lebih lanjut, Alwi menempatkan Koorkom IMM UINSA sebagai salah satu simpul penting dalam komunikasi organisasi. Keberadaan Koorkom tidak hanya berkaitan dengan koordinasi antarkomisariat, tetapi juga menjadi penghubung antara kebutuhan komisariat dan kebijakan di tingkat cabang.
“Koorkom IMM UINSA sebagai jembatan kami kepada komisariat-komisariat IMM UINSA, sekaligus sebagai penyambung aspirasi dari komisariat-komisariat menuju pimpinan cabang,” jelasnya.
Menurut Alwi, fungsi tersebut membuat komunikasi antara komisariat dan pimpinan cabang dapat berjalan secara lebih terarah. Berbagai gagasan, kebutuhan, maupun aspirasi kader di tingkat komisariat dapat disampaikan melalui Koorkom untuk kemudian menjadi bahan komunikasi bersama di tingkat pimpinan cabang.
Dalam konteks tersebut, ia menilai kerja organisasi tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antarpimpinan. Setiap struktur memiliki peran masing-masing dan saling melengkapi dalam menjalankan roda organisasi.
Karena itu, Alwi kembali menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Koorkom IMM UINSA yang telah menjalankan amanah dan mengambil bagian dalam perjalanan organisasi selama periode kepengurusan.
“Kami ucapkan sekali lagi, terima kasih banyak atas dedikasi, perjuangan, dan juga kawan-kawan seluruh pimpinan Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sunan Ampel Surabaya,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai proses yang telah dilakukan bersama tidak berhenti sebagai rangkaian kegiatan organisasi. Menurut Alwi, pengalaman berkolaborasi, membangun komunikasi, serta menyelesaikan berbagai agenda bersama merupakan bagian dari proses kaderisasi dan pembelajaran bagi setiap kader IMM.
“Saya meyakini, apa yang kemudian telah kita lakukan bersama-sama, apa yang telah dilakukan teman-teman Koorkom bersama-sama, tentu memberikan banyak hal bagi perjalanan IMM kita. Bukan hanya tentang apa yang sudah kita kerjakan hari ini, tetapi juga bagaimana kita belajar berproses, berkomunikasi, berkoordinasi, dan menyatukan langkah. Mudah-mudahan apa yang sudah dibangun bersama ini bisa terus dilanjutkan oleh kawan-kawan berikutnya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi penegasan Alwi bahwa perjalanan Koorkom IMM UINSA selama satu periode telah memberikan banyak kontribusi bagi keberlangsungan kaderisasi di kampus Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN). Ia berharap nilai-nilai kerja sama yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.
Musykoorkom XXXVIII pun menjadi momentum evaluasi sekaligus pergantian kepemimpinan Koorkom IMM UINSA. Forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertanggungjawaban kepengurusan, tetapi juga tempat merumuskan arah gerak organisasi dan menjaga kesinambungan kaderisasi di lingkungan IMM UINSA.
Alwi berharap proses yang telah dibangun selama periode sebelumnya dapat menjadi pijakan bagi kepengurusan selanjutnya untuk melanjutkan kerja-kerja organisasi. Dengan demikian, hubungan antara komisariat, Koorkom, dan PC IMM Kota Surabaya dapat terus diperkuat melalui komunikasi dan kolaborasi. (*)
Editor: Mazley Insafi
Komentar 0
Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.