PC IMM Surabaya
LIPUTAN 22 OCT 2026

IMM Surabaya Perluas Sinergi Kelembagaan dengan Umsura

Audiensi bersama Rektor Umsura menjadi ruang pembahasan tata kelola organisasi, pengembangan riset, studi lanjut, dan kolaborasi lintas kampus.

IMM Surabaya Perluas Sinergi Kelembagaan dengan Umsura

Penguatan tata kelola organisasi dan tradisi keilmuan menjadi perhatian dalam audiensi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surabaya bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua, Rabu (21/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektorat Lantai 12, Gedung At-Tauhid UMSURA, tersebut dihadiri Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya, Muhammad Alwi Shihab, bersama jajaran ketua bidang. Audiensi ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas pengembangan organisasi, peningkatan kapasitas intelektual kader, dan peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga di lingkungan kampus.

Dalam audiensi tersebut, Rektor Umsura menekankan pentingnya komunikasi sebagai fondasi tata kelola organisasi yang baik. Komunikasi yang terbuka diperlukan agar setiap unsur organisasi memahami perannya, menyelaraskan program, dan membangun kerja sama yang produktif.

“Organisasi merupakan ruang belajar bagi kader untuk membangun tata kelola yang baik. Komunikasi menjadi kunci agar setiap unsur dapat bekerja bersama, menjalankan tanggung jawab, dan memastikan program berjalan secara terarah,” ujar Mundakir, yang juga menjabat Ketua Forum Keluarga Alumni IMM Surabaya.

Menurut Mundakir, tata kelola organisasi tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan pembagian tugas. IMM juga menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk mempraktikkan prinsip good governance, mulai dari komunikasi yang efektif dan pembagian tanggung jawab hingga pengambilan keputusan serta pelaksanaan program yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pengalaman berorganisasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi kader untuk memahami praktik kepemimpinan dan tata kelola yang baik, baik di lingkungan organisasi mahasiswa maupun ketika terlibat dalam kehidupan masyarakat.

Literasi sebagai Penguatan Kompetensi Intelektualitas

Selain tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas keilmuan kader menjadi perhatian dalam audiensi tersebut. Mundakir mendorong kader IMM Surabaya untuk menumbuhkan semangat long life learning atau belajar sepanjang hayat.

“Long life learning atau belajar sepanjang hayat harus menjadi semangat kader IMM. Proses belajar tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Kader perlu terus mengembangkan kapasitas diri, termasuk dengan melanjutkan studi ke jenjang magister, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Mundakir.

Rektor yang juga menjabat Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum PWM Jawa Timur tersebut turut mendorong kader untuk melanjutkan studi magister, baik di dalam maupun luar negeri. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan mahasiswa untuk terus memperluas wawasan dan memperbarui pengetahuan dalam menghadapi perkembangan ilmu serta dinamika persoalan sosial.

Penguatan tradisi intelektual tersebut juga menjadi perhatian Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) PC IMM Kota Surabaya. Ketua Bidang RPK PC IMM Kota Surabaya, Muhammad Tanwirul Huda, menjelaskan bahwa bidangnya berupaya mendorong kader agar tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga produktif menghasilkan pemikiran dan karya tulis.

Sebagai wartawan PWMU.CO, Huda memandang kegiatan membaca, berdiskusi, menulis, dan meneliti sebagai bagian penting dalam membangun kapasitas intelektual mahasiswa. Tradisi tersebut diharapkan dapat membantu kader memahami persoalan secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks pengembangan riset, Mundakir mengarahkan PC IMM Kota Surabaya untuk membangun komunikasi dengan Lembaga Riset dan Inovasi serta Pengabdian kepada Masyarakat (LRIPM) Umsura. Komunikasi tersebut diharapkan membuka peluang pertukaran gagasan, pengembangan penelitian, dan kolaborasi yang berangkat dari persoalan aktual di tengah masyarakat.

Selain penelitian, budaya literasi dan keterampilan menulis juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kader. Kader didorong memperbanyak bacaan, memperluas cakrawala pemikiran, serta membiasakan diri menyampaikan gagasan melalui tulisan yang runtut dan argumentatif.

Menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga melibatkan proses mengolah informasi, menimbang berbagai sudut pandang, menyusun argumentasi, dan menguji kembali gagasan. Melalui tulisan, pemikiran dapat terdokumentasi, ditinjau kembali, serta dikembangkan melalui diskusi dan penelitian lanjutan.

Membuka Peluang Kolaborasi dengan Lembaga Kampus

Audiensi tersebut turut membahas peluang pengembangan program melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga di lingkungan Umsura. Sinergi ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan organisasi dengan kapasitas akademik dan kelembagaan kampus sehingga program yang dijalankan lebih terarah.

Ketua Bidang Immawati PC IMM Kota Surabaya, Ghina Ruqayatul Malihah, menyampaikan kesiapan bidangnya untuk menjalin komunikasi lebih lanjut dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Umsura. Komunikasi tersebut menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan program advokasi dan penguatan perspektif gender.

Selain itu, pengembangan kemampuan bahasa juga dipandang penting untuk meningkatkan kapasitas kader. Keterampilan tersebut dapat menunjang komunikasi, literasi akademik, serta kemampuan mengakses sumber pengetahuan yang lebih luas, terutama bagi kader yang berencana melanjutkan studi ke jenjang magister.

Peluang kolaborasi lintas lembaga juga dapat dikembangkan dalam kegiatan penelitian, pengaderan, dan peningkatan kapasitas kader. Pelaksanaannya memerlukan komunikasi lebih lanjut agar bentuk program, kebutuhan, dan keterlibatan setiap pihak dapat disesuaikan dengan kompetensi masing-masing.

Meneguhkan IMM sebagai Ruang Belajar dan Pengabdian

Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya, Muhammad Alwi Shihab, menegaskan bahwa penguatan gerakan intelektual perlu ditopang oleh ekosistem riset yang berkelanjutan dan peningkatan kompetensi kader. Ia juga mendorong adanya dukungan bagi kader IMM Surabaya yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister.

“Pengembangan kader tidak cukup hanya melalui proses pengaderan organisasi. Kita perlu membangun ekosistem riset, meningkatkan kompetensi intelektual, dan membuka peluang bagi kader untuk melanjutkan studi ke jenjang magister,” ujar Alwi.

Ia juga berharap Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menjadi rumah bersama bagi kader IMM Surabaya lintas kampus, bukan hanya bagi kader IMM UMSURA, tetapi juga kader dari Universitas Airlangga (Unair), UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan perguruan tinggi lainnya.

“Harapannya, UMSURA dapat menjadi rumah bagi seluruh kader IMM Surabaya. Sebagai amal usaha Muhammadiyah, UMSURA memiliki ruang untuk mempertemukan kader lintas kampus agar bisa bersinergi dalam pengembangan keilmuan, riset, dan gerakan intelektual,” tambahnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan tujuan IMM, yakni mengusahakan terbentuknya akademisi Islam dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Melalui audiensi ini, PC IMM Kota Surabaya berharap sinergi dengan UMSURA dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi riset, peningkatan kapasitas kader, dan dukungan pendidikan lanjut. (*)

Editor: Zahra Putri Pratiwig

REAKSI

Apakah gagasan ini bermanfaat bagi Anda?

Pilih salah satu reaksi untuk memberi penilaian pada tulisan ini.
DISKUSI

Komentar 0

Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.