PC IMM Surabaya
LIPUTAN 30 AUG 2026

Korkom IMM UINSA Perkuat Pemahaman Fiqh Haid dan Kepercayaan Diri Immawati

Korkom IMM UINSA menggelar kajian fiqh haid dan workshop kreatif untuk memperkuat ilmu serta kepercayaan diri Muslimah.

Korkom IMM UINSA Perkuat Pemahaman Fiqh Haid dan Kepercayaan Diri Immawati

Pemahaman mengenai fiqh haid menjadi bagian penting bagi Muslimah karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah sehari-hari. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Kajian Fiqh Wanita yang digelar Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Korkom IMM) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Panti Asuhan HM. Soedja’, Kota Surabaya, tersebut menghadirkan Immawati Puteri Rahmah Safira, S.Ag., sebagai pemateri. Kajian mengangkat tema “Memahami Fiqh Haid: Menjadi Muslimah yang Berilmu dan Percaya Diri” dan diikuti Immawati dari berbagai komisariat.

Dalam kajian tersebut, peserta mendapatkan pembahasan mengenai fiqh wanita, khususnya persoalan haid, kesucian, serta kaitannya dengan pelaksanaan ibadah. Materi juga diarahkan untuk membangun pemahaman dan kepercayaan diri Muslimah dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kondisi biologis perempuan.

Immawati Puteri Rahmah Safira menjelaskan bahwa pemahaman mengenai fiqh haid tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan keagamaan secara teoritis. Menurutnya, pemahaman tersebut diperlukan agar perempuan dapat menentukan sikap dalam menjalankan ibadah berdasarkan ketentuan yang dipelajari.

"Sebagai muslimah, kita sering bingung membedakan mana darah haid dan mana darah penyakit atau istihadhah. Padahal batas maksimal haid itu 15 hari. Kalau lewat dari itu dan warnanya merah segar, itu istihadhah dan kita tetap wajib shalat setelah bersuci. Paham hal-hal kecil seperti ini yang bikin ibadah kita tenang dan nggak ragu-ragu lagi," ujar Safira.

Fiqh Haid dan Kepercayaan Diri Muslimah

Ketua Bidang Immawati Korkom IMM UINSA, Awanda Fitya Zahra, mengatakan pemahaman mengenai fiqh haid perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembentukan Muslimah yang berilmu.

Menurutnya, pembahasan mengenai haid tidak semestinya dianggap sebagai sesuatu yang memalukan atau tabu. Pengetahuan yang memadai justru dapat membantu perempuan memahami kondisi dirinya serta menjalankan aktivitas keagamaan dengan lebih yakin.

"Menjadi seorang muslimah yang percaya diri juga perlu dibangun dari ilmu, termasuk ilmu tentang hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita sebagai perempuan, salah satunya fiqh haid. Haid adalah fitrah, bukan sesuatu yang perlu dianggap tabu atau memalukan. Justru dengan memahami ilmunya dengan benar, kita bisa lebih yakin dalam menjalankan ibadah dan mengambil sikap dalam keseharian," jelas Tya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif. Peserta diberikan sejumlah pertanyaan berkaitan dengan materi fiqh haid yang telah disampaikan. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan apresiasi berupa hadiah dari panitia.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan workshop “Paint Your Make Up Pouch”. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan kesempatan menuangkan kreativitas melalui kegiatan menghias dan melukis make up pouch masing-masing.

Kegiatan kreatif tersebut juga menjadi ruang interaksi antarpeserta setelah mengikuti sesi kajian. Para Immawati dapat mengeksplorasi kreativitas sekaligus membangun kebersamaan melalui aktivitas melukis.

Salah seorang peserta, Bilqis Aida Fajria, kader Al Kindi, mengapresiasi konsep kegiatan yang menggabungkan kajian dengan aktivitas kreatif.

"Seru kak, karena dapat ilmu juga dapat banyak kenalan nggak bosen jadinya, dan untuk acara lukis tadi bagus aku suka karna jarang-jarang ada organisasi yang ada proker seperti itu. Menurutku termasuk refreshing dari stress-setressnya tugas ataupun masalah yang kita alami," pungkas Bilqis.

Kegiatan Kajian Fiqh Wanita dan Workshop Paint Your Make Up Pouch kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Korkom IMM UINSA memadukan pembelajaran keagamaan dengan aktivitas kreatif dalam satu ruang kegiatan bagi Immawati. (*)

Editor: Zahra Putri Pratiwig

TOPIK ARTIKEL
REAKSI

Apakah gagasan ini bermanfaat bagi Anda?

Pilih salah satu reaksi untuk memberi penilaian pada tulisan ini.
DISKUSI

Komentar 0

Jaga ruang diskusi tetap sehat, relevan, dan saling menghargai.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.