Literasea Fest 2026 digelar oleh komunitas Pojok Literasi bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga, Yayasan Abdinesia, Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) Komite Surabaya, serta pegiat seni Bunuh Diri Studio, pada Ahad (21/6/2026) di perkampungan nelayan Sukolilo Baru, Gang 5B, Surabaya.

Mengusung tema “Front Pesisir Sukolilo: Menjaga Arus Hidup, Bertahan di Tengah Arus Ekstraktif”, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Laut. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat pesisir untuk mengekspresikan budaya serta menyampaikan berbagai isu yang mereka hadapi.

Perwakilan penyelenggara, Maysha Akmala, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperluas jangkauan isu pesisir kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi upaya untuk mengadvokasikan isu-isu ekstraktif kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan aksi bersih pantai yang melibatkan nelayan, mahasiswa, dan masyarakat pesisir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pernyataan sikap penolakan reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) yang disampaikan di atas perahu di tengah laut Kenjeran.

Memasuki hari kedua, kegiatan menghadirkan Panggung Ekspresi yang menampilkan berbagai pertunjukan dari masyarakat pesisir. Anak-anak binaan komunitas Pojok Literasi turut tampil, disusul penampilan ibu-ibu pesisir yang menyanyikan sejumlah lagu.

Dokumentasi agenda Literasea (Foto: Ocha)

Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan pameran budaya pesisir Sukolilo, pengenalan kosakata lokal, serta pameran hasil tangkapan nelayan dan makanan khas pesisir.

Sebagai penutup, kegiatan diisi dengan kajian lingkungan bertema “Surabaya Tolak Reklamasi: Pesisir untuk Rakyat, Laut untuk Kehidupan” yang membahas rencana reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL). Kajian tersebut menghadirkan nelayan pesisir, budayawan, serta perwakilan Forum Masyarakat Madani Maritim (FM3).

Diskusi berlangsung dengan melibatkan partisipasi masyarakat pesisir Sukolilo. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan pandangan dan kekhawatiran terkait dampak lingkungan serta ekonomi yang dapat ditimbulkan dari rencana reklamasi. (*)

Penulis: Balqis Saila Sufa Al Zakiyah
Editor: M Tanwirul Huda